
Created : Monday, 1 March 2010 | Last Update Tuesday, 1 June 2010
Tanaman Kemiri Reutealis Trisperma selama ini lebih dikenal sebagai tanaman peneduh yang tumbuh alami tanpa pemeliharaan. Oleh sebab itu, informasi tentang tanaman ini masih terbatas. Namun demikian, dengan adanya krisis energi pada waktu belakangan ini,telah mendorong beberapa pihak tertarik mencari sumber-umber energi alternatif terbarukan.
Ada beberapa jenis tanaman di Indonesia yang berpotensi sebagai sumber energi terbarukan, dan tidak bersaing sebagai bahan pangan. Salah satu diantaranya adalah Kemiri Reutealis Trisperma yang berpotensi sebagai penghasil energi atau bahan bakar nabati dari bagian bijinya yang mengandung minyak. Tanaman ini memiliki nilai sosial ekonomis dan strategis, karena disamping menghasilkan minyak nabati sebagai sumber energi alternatif (biodiesel) juga dapat berfungsi untuk tanaman konservasi pada lahan-lahan kritis yang ditemui di Indonesia. Hal ini dimungkinkan karena tanaman kemiri ini mempunyai bentuk kanopi yang lebar dan rapat dengan perakaran tunggang yang dalam sehingga mampu mengurangi erosi dan mencegah tanah longsor.
Seperti telah disebutkan di atas bahwa potensi terbesar dari tanaman Kemiri Reutealis Trisperma adalah bagian buah yang terdiri dari biji dan cangkang (kulit). Pada bagian biji terdapat inti biji (kernel) yang dapat diproses menjadi minyak kemiri Reutealis Trisperma, dan diproses lebih lanjut menjadi biodiesel. Kernelnya dapat menghasilkan minyak sebanyak 56% (Vassen dan Umali, 2001). Melalui pengepresan biji tersebut akan diperoleh minyak berwarna kuning bening dan bungkil. Minyak kemiri Reutealis Trisperma ini banyak diminati beberapa negara seperti Italia, Kanada, Australia, Taiwan, Korea Selatan dan Yunani (http://tekno.Kompas.com. 2008/ 06/15).